“Jadi apapun kamu kelak, agama harus jadi pegangan dan kamu harus mempelajari ilmunya”, ujar mereka.
Saya tinggal bersama Ibu dan Aba (Kakek dan Nenek) di salah satu desa di Kabupaten Pasuruan sejak umur 4 tahun. Terlahir dan besar di tengah keluarga yang berbudaya pesantren, tentu bisa mengaji Alquran saja belum cukup, harus ada bekal ilmu agama yang cukup untuk mengarungi lautan tantangan zaman ke depan agar tidak mudah goyah.
Pagi ke sekolah formal, siang ke madrasah diniyyah (belajar ilmu agama), sore ke TPQ (belajar Alquran), malam mengaji dulu dan belajar. Itulah rutinitas saat diasuh Ibu dan Aba. Ada mainnya nggak? Ada kok di sela-sela aktivitas itu. Di akhir pekan saya juga banyak main. Aktivitas semacam ini terbawa terus bahkan ketika saya sudah tinggal di kota.
Dari SMP sampai SMK, aktivitas saya shubuh mengaji kitab, pagi berangkat sekolah tak jarang pulang sore dan langsung berangkat ke madrasah diniyyah, malam mengaji kitab lagi. Jam main tetap ada kok meski sebentar hehehe. Tapi saya melakukannya dengan senang hati, nggak ada rasa terpaksa sama sekali karena memang merasa ilmu umum dan ilmu agama itu penting. Nilai ini yang selalu ditanamkan di keluarga.
Ibu dan Aba itu selalu pesan yang pesannya juga sama dengan pesan Ayah dan Ummi yakni “jadi apapun kamu kelak, agama harus jadi pegangan dan kamu harus mempelajari ilmunya”.
Di saat mereka melihat cucuya bisa sarjana dan tetep belajar ilmu agama seperti sekarang ini mereka sangat senang sekali dan bangga. Meski dalam ilmu agama tidak sefasih saudara-saudara yang memang tercetak khusus di pesantren sebagai orang yang ahli fiqh dan hafidz quran, setidaknya saya ada bekal ilmu agama yang cukup lah menjadi fondasi dan pegangan.
Terima kasih Ibu dan Aba, sehat-sehat selalu. Nanti ikut wisuda lagi ke Bandung. InsyaAllah Aamiiin. 😁
Segitu dulu yah… Hmm panjang kalau diceritakan semua 😁
Malang, 24 Oktober 2020
Best Regards,
Kholidil Amin adalah Founder Komuniaksi Indonesia, penulis, pembicara dan peneliti. Ia memiliki ketertarikan dan antusiasme dalam bidang Ilmu komunikasi.
“Jadilah berilmu dan berakhlak baik, maka kita akan menjadi mulia apapun pekerjaan kita. Tuhan akan mengangkat derajat orang yang berilmu dan berakhlak baik” (Kholidil Amin).
