“Alhamdulillah, lulus dari @univ.brawijaya (UB), salah satu Universitas ternama di Indonesia, adalah hal yg membanggakan. Universitas Brawijaya bagi saya adalah takdir setelah perjuangan setahun menunggu sambil kerja pasca lulus SMK”.

Awal memutuskan untuk lanjut kuliah, saya bilang ke orang tua “Aku pengen kuliah Mi/Yah, abis ini aku coba daftar SBMPTN 2014, tapi jalur reguler dan kalau keterima harus bayar biaya kuliahnya tapi aku janji bakal ngejar beasiswa di semester 3, InsyaAllah banyak peluang beasiswa”. Orang tua bilang “Iya nak, kalau kamu yakin, berangkat, Ayah Umik bisa doakan dan mengusahakan”. Mantap untuk kuliah, saya tiap hari menyempatkan belajar untuk SBMPTN tanpa kursus, membeli buku latihan SBMPTN dengan tabungan sendiri hasil kerja, browsing soal latihan tiap hari, dan daftar SBMPTN dengan uang tabungan sendiri.

Singkat cerita saya berhasil lolos SBMPTN 2014, diterima S1 Ilmu Komunikasi yang merupakan pilihan pertama saya, orang tua bangga akhirnya anaknya bisa kuliah, sejenak melupakan berapa biaya masuknya. Saya bilang “Biayanya segini Yah, gimana gapapa kah?” (Saat itu saya berjuang agar ada penurunan, Alhamdulillah belum diizinkan turun sama Allah). Entah dari mana saat itu orang tua dapat rezeki, akhirnya saya bisa resmi kuliah).

Menjalani kuliah seperti layaknya mahasiswa biasanya, disambi organisasi, disambi berkarya. Alhamdulillah tiba-tiba dipanggil pihak rektorat diberi kabar bahwa saya mendapatkan rezeki beasiswa. Sejak saat itu, saya menjalani kuliah 100% free dan menjadi motivasi untuk tidak menyia-nyiakan beasiswa itu dengan cara menjadi mahasiswa yang beprestasi dan aktif berorganisasi.

Alhamdulillah, Allah takdirkan saya menyelesaikan pendidikan sarjana dengan hasil yang baik, yang membuat orang tua saya tersenyum bahagia dan meneteskan air mata melihat anaknya bisa sarjana sama seperti saat saya pertama kali anaknya ini diterima sebagai mahasiswa UB. Kalau ditanya kerja apa sampai bisa menguliahkan anaknya ke UB, beliau seringkali jawab “Kerja sama Allah, sambil diusahakan” hehe. Mungkin lucu tapi itulah yang mengantarkan saya menjadi sarjana saat ini hehe

Terima kasih Ayah, Umik, Adek.
Pangestunipun, saya memohon kepada mereka untuk kelancaran langkah saya selanjutnya baik karir maupun studi (jika Allah amanahkan kembali untuk bersekolah) Aamiin

Kawan dan Sahabat

Selain dukungan orang tua selama kuliah, kita juga bukan apa-apa tanpa teman dan sahabat. Alhamdulillah dipertemukan dengan orang-orang baik selama kuliah di Malang. Mereka adalah sedikit dari banyak teman yang Allah luangkan waktunya untuk datang langsung, mengucapkan selamat dan memberikan doa. Begitupun juga dengan teman dan sahabat yang Allah takdirkan ada halangan untuk mereka bisa datang langsung, ucapan selamat dan doa InsyaAllah juga mengalir tulus dari mereka.

Semoga Allah lancarkan segala urusan kalian. Allah kuatkan pundak kalian untuk menyelesaikan amanah yang dititpkan kepada kalian.

Best Regards,

Kholidil Amin adalah Founder Komuniaksi Indonesia, penulis, pembicara dan peneliti. Ia memiliki ketertarikan dan antusiasme dalam bidang Ilmu komunikasi.

“Jadilah berilmu dan berakhlak baik, maka kita akan menjadi mulia apapun pekerjaan kita. Tuhan akan mengangkat derajat orang yang berilmu dan berakhlak baik” (Kholidil Amin).